SANG PENGGAGAS KEBENARAN >

7 Desember 2009

PEMBAHARUAN PENDIDIKAN INDONESIA

Filed under: DUNIA PENDIDIKAN — imambadruddin @ 7:35 pm

Pembaharuan Pendidikan
Pembaharuan merupakan suatu urgensi yang harus berjalan terus menerus tidak boleh ada masa istirahat, di mana suatu pemahaman sempat mencapai tingkat establishment tanpa suatu pemahaman lain muncul membanding dan pemahaman itu merupakan suatu kepuasan. Tidak boleh ada masa tenang di mana suatu pemahaman sempat mendominir pikiran banyak orang dengan aman tentram, tanpa gangguan-gangguan keamanan dari pemahaman lain.
Pikir saya gangguan semacam itu mestinya memang ada karena kelemahan-kelemahan tentu terdapat dalam pemahamhan yang mendominir tadi. Begitu juga terhadap wacana pendidikan yang merupakan hal paling fundametal saya kira tidak ada istilah musiman untuk memperbincangkannya.
Mengenai pendidikn banyak asumsi bahwa maju mundurnya suatu bangsa adalah tergantunga ada kualitas pendidikan masyarakatnya. Di Indonesia karena kualitas atau fasilitas-fasilitas pendidikan belum sepenuhnya mumpuni maka wajar kalau para pelajar lebih memilih pendidikan ke luar negeri karena di anggap lebih layak.

Kemandirian dalam kualitas, fasilitas maupun proses belajar mengajar meruakan aspek urgen dalam dunia pendidikan. Inti kemandirian adalah individualitas menuju humanisme. Tidak mudah menegakakan kemandirian dalam budaya kita terutama saat aktor pendidikan memandang bahwa sumber ilmu pengetahuan dan informasi lebih utama berpusat pada pendidik buakan si terdidik. Dari dekade ke dekade, kabinet ke kabinet kebijkan pendidikan pun silih berganti, tetapi jika mind set dunia pendidikan kita masih tetap saja belum berubah maka jangan harap dunia pendidikan kita akan mengalami perkembangan apalagi kemajuan.
Prof. Achmadi menegaskan bahwa penghargaan tertinggi kemanusiaan atau yang disebut humanisme dalam dnia pendidikan harus dilandasi dengan nilai-nilai yang universal dan agama sekaligus (Ideologi Pendidikan Islam, 2008). Selain kemandirian kritisisme juga merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan paradigma humanisme. Kegagalan membangun landasan filosofis dan ideologis dunia pendidikan hanya akan menghassilkan dikotomi yang berkepanjangan baik dalam konteks tujuan maupun implementasi pendidikan. Bisa kita lihat dewas ini dunia pendidikan Indonesia masihlah jauh dari nmilai-nilai moralitas, juga seakan-akan serba teratur dan terbatasi dengan adanya kebijakan hukum dimana banyak kalangan yang menganggapnya kurang sesuai bahkan merugikan. Ditambah lagi maraknya pesta demokrasi yang sedang meramaikan negara kita saat ini tidak jarang pula kelihatannya dari para aktor atau oknum pendidikan yang terkooptasi politik kekuasaan.
Humanisme Religius
Konsep pendidikan secara normatif sarat dengan nilai-nilai transendental. Sebuah teori atau konsep pendidikan tidak akan memiliki dampak sosial yang signifikan tanpa diorientasikan pada action. Semangat menyatuka humanisme dan religiuslah barangkali yang bisa mendorong, memperbaiki dan mengangkat paradigma pendidikan di negara kita ini.
Indonesia dari awal kemerdekaan hingga sekarang, banyak melahirkan konsep-konsep pendidikan di latar belakangi dari sekian ideologi yang ada, namun belum bisa memanifestasikan nlai-nilai yang cukup relevan. Maka sekiranya amat diperlukan adanya suatu konsep yang solid dan universal, juga semacam revitalisasi baik terhadap konsep, tujuan maupun implementasi dunia pendidikan.
Suau wadah dalam bingkai besar yakni seutuhnya dari konsep pendidikan Islam. Menurut Jamaluddin Al Afghani Tujuan pendidikan Islam adalah terciptanya kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat (Filsafat Pendidikan Islam, 2005). Hal paling urgen yang diperlukan adalah dasar-dasar pendidikan yakni pertimbangan filosofis dan ideologis. Isalam sebagai pandangan hidup yang berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan diyakini mengandung kebenaran mutlaq yang bersifat transedental, universal dan eternal.
Sehingga secara akidah diyakini pemeluknya akan selalu sesuai dengan fitrah manusia, artinya memenuhi kebutuhan manusia kapan dan dimana saja.
Karena pendidikan Islam adalah upaya normatif yang berfungsi untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia maka harus di dasarkan pada nilai-nilai tersebut baik dalam menyusun teori maupun praktik pendidikan. Berdasarkan nilai-nilai tersebut pula konsep pendidikan Islam dapat dibedakan dengan konsep pendidikan yang lain.
Dibandingkan dengan nilai-nilai yang lain, dalam Islam Tauhid merupakan intrinsik nilai dasar dan tidak akan berubah menjadi nilai instrumental karena kedudukannya paling tinggi. Seluruh nilai lain dalam konteks Tauhid menjadi nilai instrumental, misalnya kebahagiaan, kesejahteraan, dan kemajuan di suatu saat merupakan nilai intrinsik, sedangkan kekayaan, ilmu pengetahuan dan jabatan merupakan nilai instrumental untuk menuju Tauhid. Sebagaimana Ismail Raji Al Faruqi tokoh penggagas ilmu pengetahuan memformulasikan disiplin ilmu dibawah kerangka Islam berarti membuat Teori, metode, prinsip-prinsip dan tujuan tunduk pada esensi ajaran Islam yaitu Tauhid (Islamisasi Ilmu Pengetahuan, 1984).
Perlu di sadari bahwa pemusatan pada Tuhan esensinya bukan untuk kepentingan Tuhan, tetapi sebaliknya untuk kepentingan manusia sepenuhnya karena tuhan tidak butuh semua itu. Oleh karena itu konsep pendidikan Islam ju8ga berlandaskan humanisme yang berpusat pada manusia untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan fitrahnya. Pandangan seperti inilah yang melandasi konsep pendidikan Islam yakni Humanisme-Religius.
Berdasarkan kerangka tersebut yang merupakan kebutuhan mutlaq manusia, barangkali perlu dikemukakan sebagai mind set dunia pendidikan di Indonesia, walaupun kiprah Islam dianggap tidak begitu signifkan maka tidak ada salahnya sesekali untuk coba membumikan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Diharapkan perhatian dan tanggapan dari para aktor atau oknum pendidikan bahkan pemerintah akan kepedulian terhadap dunia pendidikan di Indonesia khususnya, sehingga membantu keberhasilan tujuan pendidikan, mencerdaskan dan membentuk moralitas bangsa agar terwujud masyarakat adil dan makmur.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: